Bodohnya Diriku


Ini tentang hati. Ini tentang cinta.

Hai. Apa kabarmu saat ini ? Maafkan aku tak menepati janjiku perihal melupakanmu. Begitu pengecutnya diriku. Terlalu berat. Sudah ku coba entah berapa kali banyaknya untuk melupakan semua. Tapi hasilnya sama dan aku menyerah. Aku sudah mencoba pergi. Mencoba mencari nama lain untuk ku sebut dalam setiap sujud. Namun, Sejauh-jauhnya pergi, rasa rinduku sendirilah yang membuatku sadar, kepada siapa aku harus kembali. Dan kesadaranku membawaku pada mu.
Teringat akan wajahmu di pagihari.
Perihal melupakan dan dilupakan. Aku serahkan semua urusan pada Sang Maha Cinta. Saat ini, aku hanya bisa memelukmu lewat doa. Sebuah kesemogaan tentang kebaahagiaan yang kekal dan hallal dalam balutan cinta suci dan abadi. 
Kamu.
Rasa lelahmu.
Penantianmu.
Air matamu.
Jika penantian dariku tiba
Akan ku bayar itu jika kau sudi menunggu.

Jakarta Dalam Kenangan

      Semakin sadar bahwa hidup memang harus memiliki prinsip jelas Mulailah untuk selalu memahami makna sesungguhnya bahwa : “Aku adalah aku!”.
      Kemanakah aku setelah ini,siapa lagi yang akan memberiku komplain jika memang aku salah atau benar?Apa yang bisa aku lakukan, lamunan panjang dan keheningan tak sanggup lagi menjernihkan otak dan fikiranku. Sisi gelap telah menjadi candu!
      Atas dasar apapun, kehidupan tidak pernah terpuaskan jika  hanya dijalani dengan setengah hati  tanpa  memasuki dunia hitam atau putih secara seutuhnya. Karenanya, jika manusia hanya menjalani kehidupan normalnya tanpa ada perjuangan mengorbankan diri sendiri dari keluarga, harta dan usianya, niscaya kehidupan yang dijalaninya akan berujung pada kesia-sian belaka.
      Hampir enam bulan berlalu seakan aku hidup dalam dunia fiksi. Semoga Tuhan masih memberiku penawaran menarik yang memaksaku hidup dalam perasingan lagi. Misteri hidup akan terus berlanjut entah sampai kapan.

      Selamat tinggal Tempat berteduh tercinta, Selamat tinggal Patung Dirgantara, Selamat tinggal guru-guruku, selamat tinggal kota kenangan.

     
CINTAILAH SEMAUMU NISCAYA KAMU AKAN BERPISAH


BERBUATLAH SEMAUMU NISCAYA TUHAN AKAN MEMBALAS


HIDUPLAH SEMAUMU NISCAYA KAMU AKAN MATI


                                         Bilakah aku akan kembali menjalani kehidupan nyata?

                                    If an angel comes down And takes me away The memories

Perpisahan Yang Menyedihkan

Memangkas rindu yang tumbuh kering seperti alang-alang, semakin kutebas, semakin mereka meranggas. Hingga rasa lelah menasihatiku untuk berhenti dan membiarkan setiap malam dadaku meledak-ledak mengurangi waktu tidurku, sebab apalagi yang bisa kuperbuat ketika kau lenyap selain berkhayal indahnya pertemuan?

Apabila esok hari bukan aku lagi yang kau khawatirkan, kau boleh mengetahui aku yang terlampau sering mengemis kepada jarum jam agar waktu berjalan cepat hingga kau dan aku berhadapan saling tatap,atau setidaknya berjalan mundur kembali ke waktu saat kita bersama

Apabila esok hari bukan aku lagi yang tiba-tiba membawa seikat bunga dan kau kegirangan tanpa aba-aba, kuharap itu bukan menjadi alasan kau melupakan tiap detil kenangan kita yang sebentar lagi kau makamkan dan kau tinggalkan.

Apabila esok hari ternyata ada orang lain yang kau cintai, ingatlah seseorang yang pernah begitu jatuh cinta padamu dalam gugup kali pertama menatap sepasang matamu yang serupa bintang jatuh.

Terima kasih telah membuat hatiku hidup lagi setelah mengalami mati suri yang panjang, sebab bila bukan karenamu, aku masihlah seorang pengecut yang tak pernah berani menciptakan bahagiaku sendiri. Terima kasih juga untuk kesediaanmu untuk ada untukku, karena aku selalu berangan dapat menghentikan waktu saat menggenggam tanganmu. Terima kasih terakhir kalinya, karena berkatmu aku belajar dengan baik menjadi aku.
Dan apabila esok hari itu tiba, aku telah mengikhlaskanmu. Sebab merelakan memang tak pernah sesederhana tangis perpisahan. Oleh karena hatiku telah luluhlantak sepaket dengan iman dan raga yang nyaris tumbang pada tiap kata yang mengakhiri tulisan ini, aku hanya ingin berkata sejujur-jujurnya apabila esok hari itu tiba.
“Selamat tinggal, aku pergi dalam keadaan sangat mencintaimu.”


   

Curahan Hati Mahasiswa Baru ( MIND MAP )









"Karena mengulang doa-doa itu seperti mengayuh sepeda, suatu saat akan membawamu kearah yang kamu tuju"



#Pk2MabaFilkom
#BrightGenerationGreatInspiration

Malang, 18 November 2016

Satu Bangsa, Satu Indonesiaku, Emas 2045 Terwujud


Satu Bangsa, Satu Indonesiaku, Emas 2045 Terwujud
Sebelumnya kita terlebih dahulu bahas akan arti “Indonesia Emas”. Indonesia Emas? Ya tentu tidak perlu kita bicarakan lagi bahwa Indonesia kaya akan emas. Sebentar, kita disini akan bahas apa? Indonesia punya emas? atau Indonesia merupakan bangsa emas?(Bangsa yang berkilau). Ya, tentu kita tidak membicarakan akan emas yang dimiliki Indonesia, sangat banyak dan melimpah jika kita bahas satu-satu.  Maksud disini ialah Indonesia memiliki Generasi emas yaitu generasi akan pemuda-pemuda Indonesia. Generasi emas menurut saya ialah generasi yang memiliki jiwa pemimpin yang baik, memiliki akal yang sehat, produktif, kritis, dan inovatif tentu kreatif. Patut kita sadari bahwa kita adalah cucu dari nenek moyang kita. Nenek moyang kita atau pahlawan kita sudah berperang mati-matian akan menjaga dan mengharumkan bangsa kita yaitu Bangsa INDONESIA. Kita sudah dijajah oleh Negara yang ingin mengambil harta kekayaan bangsa Indonesia selama 3.5 abad atau 350 tahun. Lantas apakah kita hanya diam saja ? atau hanya mendengarkan guru atau sejarahwan menceritakan sejarah masa lalu tersebut? Tentu Tidak. Kita harus tergerak, apakah kita tidak malu akan nenek moyang kita yang sudah wafat melihat kita di zaman sekarang hanya menikmati kekayaan alam ini dan juga tidak menghargai akan yang mereka perjuangkan untuk kita?. Teringat akan kata-kata Presiden pertama kita yaitu Soekarno. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . Apakah yang dimaksud 10 pemuda tersebut adalah kita? Kita yang selalu menikmati kekayaan dunia tapi lupa cara melestarikannya ibarat Kacang akan lupa kulitnya.
Siapakah sosok generasi Indonesia emas 2045 ? Apakah manusia-manusia yang berada duduk diparlemen saat ini ? atau Mahasiswa yang sedang menjalani kuliah untuk mendapati gelar sarjana? . Tentu jawabannya adalah kita semua, kita semua tentu ingin Indonesia dapat maju seperti Negara Maju lainnya yaitu Jepang, Amerika, Korea. Belajar dari hal yang sangat kecillah terlebih dahulu, apakah kita sering melihat orang-orang membuang sampah di pinggir jalan? Padahal didekatna ada tempat sampah yang besar. Apa yang kita lakukan? Apakah kita pernah tergerak akan mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah? Tentu ada teman-teman kita yang melakukannya tetapi sedikit yang punya jiwa cinta lingkungan. Bagaimana bisa Indonesia dapat dikatakan Bangsa Emas pada tahun 2045 akan tetapi dari hal kecil tersbut saja kita sudah tidak cinta akan lingkungan kita sendiri. Mulailah dari sekarang, jika kita melihat teman kita membuang sampah sembarangan hendaknya kita menasehatinya dan membuang sampah tersebut kedalam tempat sampah yang sudah ada tersedia. Dari situlah kita sudah menjadi bibit emas karena kita dengan tidak sadar kita sudah mencintai akan lingkugan disekitar kita. “Indonesia merupakan bangsa yang besar dan bangsa yang memiliki kekayaan melimpah.” Apakah kita sadar bahwa hal itu benar? Tentu benar. Tapi apakah kita pernah melihat di televisi bahwa Sumber daya alam kita berupa emas dikeruk atau diambil oleh Negara Paman Sam. Halo, itu merupakan kekayaan Negara kita mengapa kekayaan tersebut diambil begitu saja? Dan juga faktanya bahwa pekerja akan yang menggali emas tersebut merupakan pekerja Indonesia. Dan kita hanya dapat jatah sedikit dibanding Perusahaan tersebut yang mendapatkan jatah lebih banyak daripada kita. Belum lagi, tanah kita yang dikeruk sejauh lebih dari 100 m. Fakta yang sudah saya dapati di artikel menyatakan 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk Amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal yaitu Uranium.
            And guess what? Disamping itu Negara kita juga punya Lautan terluas di dunia dan dikelilingi oleh dua samudera yaitu pasifik dan hindia. Saking kayanya laut dan spesies-spesies ikan yang kita miliki sampai-sampai Negara tetangga ikut memanen dan mengambilnya tanpa kita sadari. Populasi masyarakat Indonesia boleh dikatakan ¼ dari populasi Negara Paman Sam. Dan kurang lebih 250 juta msyarakat di Indonesia masih kurang antusias membuat bangsa kita lebih baik lagi.
            Indonesia emas 2045 sangatlah harus diperhatikan, ditahun itulah Indonesia sudah 100 tahun akan merayakan 100 tahun kemerdekaanya. Indonesia akan menuju sebuah masa dimana kita diberi sebuah kesempatan menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang makmur dan bangsa yang memimpin dunia. Ditahun 2045 ekonomi indonesia akan memasuki sebuah masa dimana Indonesia akan mengatur perekonomian dunia. Ini semua bisa didapat dan bisa direalisasikan, dengan hanya dengan merubah marsyarakat masyarakat yang ada dan mendidik dengan baik dan benar para penerus bangsa.
            Selain itu, semua harus dilengkapi dengan pendidikan yang baik dan benar kepada para penerus bangsa, agar Indonesia dapat menjadi sebuah bangsa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa yang adil dan beradab, bangsa yang bersatu, bangsa yang menghadapi sebuah masalah dengan musyawarah, dan bangsa ini menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.
            Maka dari itu, dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila dan taqwa terhadap tuhan yang maha esa dan juga didorongi oleh usaha maka penduduk Indonesia menjadi mempunyai keahlian yang sangat baik dan dapat membangun bangsa ini semakin jaya serta kualitas yang dapat membuat Indonesia Emas 2045.

Viva La Komtung

Foto saya
Kawula Muda yang mencari ilmu nan jauh di Kota Pelajar #FromNgalamWithLove