Jakarta Dalam Kenangan
Semakin sadar bahwa hidup memang harus memiliki prinsip jelas Mulailah untuk selalu memahami makna sesungguhnya bahwa : “Aku adalah aku!”.
Kemanakah aku setelah ini,siapa lagi yang akan memberiku komplain jika
memang aku salah atau benar?Apa yang bisa aku lakukan, lamunan panjang
dan keheningan tak sanggup lagi menjernihkan otak dan fikiranku. Sisi
gelap telah menjadi candu!
Atas dasar apapun, kehidupan tidak pernah terpuaskan jika hanya
dijalani dengan setengah hati tanpa memasuki dunia hitam atau putih
secara seutuhnya. Karenanya, jika manusia hanya menjalani kehidupan
normalnya tanpa ada perjuangan mengorbankan diri sendiri dari keluarga,
harta dan usianya, niscaya kehidupan yang dijalaninya akan berujung pada
kesia-sian belaka.
Hampir enam bulan berlalu seakan aku hidup dalam dunia fiksi. Semoga Tuhan masih
memberiku penawaran menarik yang memaksaku hidup dalam perasingan lagi.
Misteri hidup akan terus berlanjut entah sampai kapan.
Selamat tinggal Tempat berteduh tercinta, Selamat
tinggal Patung Dirgantara, Selamat tinggal guru-guruku, selamat tinggal kota
kenangan.
CINTAILAH SEMAUMU NISCAYA KAMU AKAN BERPISAH
BERBUATLAH SEMAUMU NISCAYA TUHAN AKAN MEMBALAS
HIDUPLAH SEMAUMU NISCAYA KAMU AKAN MATI
Bilakah aku akan kembali menjalani kehidupan nyata?
If an angel comes down And takes me away The memories


0 comments:
Posting Komentar